Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
HATI-HATI DENGAN KELUHAN
Alkisah, pada suatu hari Syaikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi membeli buah semangka untuk istrinya. Saat disantap istrinya ternyata buah semangka tersebut terasa hambar dan sang isteri pun marah-marah.
Syaikh Syaqiq Al-Balkhi menanggapinya dengan tenang amarah istrinya. Setelah selesai didengarkan amarahnya, beliau bertanya dengan halus kepada istrinya:
"Kepada siapakah kau marah wahai istriku? Kepada pedagang buahnya kah? Atau kepada pembelinya? Ataukah kepada petani yang menanamnya? Ataukah kepada yang menciptakan buah semangka itu?" tanya Syaikh al-Imam Syaqiq.
Istri beliaupun terdiam.
Sembari tersenyum, Syaikh Syaqiq melanjutkan perkataannya: "Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik. Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula! Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik. Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yang tersisa, tidak lain hanya kepada yang menciptakan semangka itu (Allah SWT)"
Pertanyaan Syaikh al-Imam Syaqiq menembus ke dalam hati sanubari istrinya. Terlihat butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya.
Syaikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi pun melanjutkan perkataannya : "Bertaqwalah wahai istriku. Terimalah apa yang sudah menjadi ketetapan-Nya. Agar Allah memberikan keberkahan kepada kita.”
Mendengar nasehat suaminya itu, sang istri pun sadar, menunduk dan mengakui kesalahannya serta ridlo dengan apa yang telah Allah tetapkan.
Pelajaran terpenting buat kita bahwa Ridlo itu adalah keterampilan mental untuk realistis menerima kenyataan Taqdir. Hati menerima kenyataan, dibarengi otak dan anggota tubuh yang berikhtiar terus untuk mencapai keadaan yang lebih baik lagi.
Mengapa kita harus ridlo? Karena jika kita tidak ridlopun, kejadian atau hasil itu pun tetap terjadi. Allah telah memberikan wahyu kepada Nabi Musa a.s.:
"Wahai Musa, siapa yang tidak ridlo dengan keputusan-Ku, tidak sabar dengan ujian-Ku, dan tidak mensyukuri nikmat-nikmat-Ku, maka hendaklah ia pergi dari bumiku dan langitku, dan hendaklah ia mencari Tuhan selain Aku.”
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
Awal Mula Diadakan Maulid Nabi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sikap Imam Syafi'i Ketika Menghadapi Murid Yang Tak Kunjung Faham
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar