Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Abdullah bin Mubarok Gagal Berangkat Haji
Alkisah, Abdullah bin Mubarok hendak menunaikan ibadah haji. Beliau berangkat dari rumah dengan mengendarai sebuah keledai. Maklum, dizaman itu teknologi belum memadai, belum ada pesawat terbang.
Di tengah perjalanan, beliau melihat
ada seorang perempuan bercadar sedang “ngorek-ngorek
sampah”. Rupanya
perempuan ini sedang mengambil daging bangkai hewan yang masih bersih. Abdullah
bin Mubarok, selaku ulama, memandang kejadian itu otomatis janggal. Akhirnya beliau
mendekati perempuan bercadar itu lalu bertanya:
ABM: “Sedang apa,
Ibu?”
PB: “Sudah sana
pergi!”
ABM: “Saya harus
tahu, Ibu ini sedang apa?”
PB: “Saya lagi
ngambil daging bangkai ini untuk dimakan anak-anak saya!”
ABM: “Bu, daging
bangkai itu haram untuk dimakan. Allah mengharamkan daging bangkai untuk
dikonsumsi.”
PB: “Haram buat
kamu, buat saya ya halal!”
ABM: “Dalam Islam
itu ga ada halal buat kamu haram buat saya.”
Lantas perempuan itu menangis.
Kemudian menjelaskan atas perbuatannya itu:
PB: “Saya ini
janda, saya punya 4 anak yang masih kecil-kecil. Tidak ada yang bisa kami makan
kecuali ini. Bukankah ini halal buat saya?”
ABM: “Ibu ini
siapa?”
PB: “Gak perlu
tahu”
ABM: “Saya harus
tahu! Ibu ini siapa?”
PB: “Saya adalah
Fulanah binti Fulan bin Fulan bin Fulan bin Fulan bin Fulan bin Ali Zainal
Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Tholib, Sayyidah
Fathimah binti Rosulullah.”
ABM: “Kamu cucu
Rasulullah? Kalau begitu ini keledai buat kamu, bekal saya haji buat kamu, uang
saya buat kamu, semoga bisa mencukupi kebutuhanmu dan anak-anakmu. Malu saya
sama Rasulullah, mau ditaruh dimana wajah saya jika membiarkan cucu Rasulullah
makan daging bangkai.”
Akhirnya beliau pulang dengan jalan
kaki, tidak jadi berangkat haji.
Setelah kawan-kawannya pulang dari
haji, beliau mengucapkan selamat:
ABM: “Semoga haji
kamu menjadi haji yang mabrur.”
KK: “Kamu juga
semoga haji kamu menjadi haji yang mabrur.”
ABM: “Saya gak
jadi haji.”
KK: “Gak haji
gimana? Yang thowaf sama aku kan kamu!”
ABM: “Yang mirip
sama saya itu banyak. Yang kamu lihat itu kembarannya sama!”
Lalu beliau mendatangi kawan yang
satunya lagi tidak lupa mengucapkan selamat dan dijawab dengan jawaban yang
sama. Hal ini membuat Abdullah bin Mubarok bingung. Pasalnya beliau gak jadi
haji tapi kata kawan-kawannya menyaksikan bahwa beliau haji. Semakin bingung
Abdullah bin Mubarok. Disaat kebingungan, beliau tertidur. Dalam tidurnya
beliau bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW.
NM: “Kamu bingung, Ya?”
ABM: “Na’am, Ya
Rasulallah”
NM: “Yang kamu
kasih kemarin itu benar. Dia adalah cucuku. Suaminya meninggal dunia dan dia
terpaksa harus menjadi tulang punggung bagi anak-anaknya. Dan kamu telah
menjaga kehormatan cucuku. Maka aku minta kepada Allah supaya Allah menciptakan
malaikat yang mirip dengan wajah kamu, yang dimana setiap tahun menghajikan kamu
sampai hari kiamat.”
****
Kalau mau mencuri hati Rasulullah maka melalui
cucu-cucunya.
****
Ket:
ABM: Abdullah bin Mubarok
PB: Perempuan Bercadar
KK: Kawan-kawannya
NM: Nabi Muhammad SAW.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
Awal Mula Diadakan Maulid Nabi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sikap Imam Syafi'i Ketika Menghadapi Murid Yang Tak Kunjung Faham
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar